Potret Eksekusi Perang – Cerita Menyedihkan dari Sebuah Perang

Potret Eksekusi Perang – Cerita Menyedihkan dari Sebuah Perang

Perang merupakan salah satu peristiwa yang menorehkan banyak kisah tragis dan pilu. Perang yang terjadi akan selalu menjadi sebuah momok yang menghantui kehidupan masyarakat setelahnya. Semakin besar suatu perang, maka akan semakin besar pula trauma yang ditimbulkan oleh perang tersebut. Trauma tersebut dapat datang dari banyaknya korban perang yang saling berjatuhan. Selain itu, perang juga dapat menimbulkan berbagai peristiwa tragis yang saling mengiringi meskipun terjadi bukan pada suatu keadaan puncak dari suatu perang.

Perang dapat terjadi antar negara, suku, daerah, agama, kelompok, kerajaan, dll. Perang antar negara yang terbesar terjadi pada Perang Dunia I dan II. Perang dunia tersebut melibatkan banyak negara di dunia. Tidak hanya para tentara yang menjadi korban, akan tetapi juga para masyarakat sipil yang juga tidak bersalah turut ikut menjadi korban perang. Akibatnya, negara – negara yang memenangkan Perang Dunia I maupun II lebih berkuasa dibandingkan dengan negara lain. Kekuasaan ini yang menimbulkan banyak pertentangan di masa selanjutnya. Selain itu, negara yang kalah dalam menghadapi Perang Dunia I dan II juga mengalami banyak krisis. Ada banyak diantara para pemimpin negara tersebut yang kemudian dihukum mati di hadapan rakyatnya. Hal ini termasuk akibat perang yang tidak bisa dihindarkan.

Akibat perang yang lain juga terlihat dari kehidupan masyarakat sipil. Banyak dari negara – negara yang mengalami krisis sehingga rakyatnya semakin menderita. Beberapa pemerintah dari negara yang masih mempunyai konflik internal juga melakukan tindakan yang represif terhadap rakyatnya. Hal inilah yang menjadi salah satu noda hitam akibat suatu peperangan yang terjadi. Beberapa potret klasik berhasil mengabadikan beberapa momen bersejarah yang terjadi baik pada dunia internasional maupun pada satu keadaan di suatu negeri. Salah satunya adalah potret eksekusi perang. Potret ini secara lansung menunjukkan bagaimana kekejaman suatu perang telah menyebabkan banyak noda hitam pada sejarah manusia. Selain itu, perasaan empati, simpati, dan nurani yang terkikis karena perbedaan paham. Di sisi lain, beberapa potret menunjukkan kekuasaan rakyat yang jauh lebih besar dibandingkan pemimpin negara yang membuat negaranya di ambang kehancuran. Berikut ini beberapa potret dari beberapa eksekusi yang dilakukan semasa perang terjadi.

Potret Eksekusi Perang dari Beberapa Negara

Potret Eksekusi Perang – Cerita Menyedihkan dari Sebuah Perang

Ada banyak potret eksekusi perang yang menjadi perbincangan publik. Salah satunya adalah seorang POW Australia yang sedang menunggu ajal saat dieksekusi oleh seorang penculik Jepang. Foto ini kemungkinan diambil selama masa Perang Dunia II. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa negara Jepang dan Australia merupakan dua negara yang berbeda paham dan kubu selama masa Perang Dunia II. Hal ini juga mempengaruhi hubungan antar warga masyarakat. Sehingga, tidak jarang ada banyak masyarakat kedua negara yang kemudian melakukan beberapa tindakan provokatif dan juga cukup kejam.

Potret eksekusi perang yang kedua adalah potret eksekusi mati dari seorang Amon Goeth. Ia merupakan seorang jagal atau pembunuh. Amon Goeth dikenal sebagai orang yang dengan kejam dan menikmati ketika ia membunuh bayi dengan cara menembaknya. Ia akan lebih bahagia jika korban yang dibunuhnya meninggal secara perlahan daripada meninggal dengan cara yang cepat. Ia juga bersalah karena telah membuat sebuah perintah untuk membunuh, membantai, menyandra, dan menyiksa orang Yahudi. Setidaknya ada 8.000 orang Yahudi yang menjadi kekejaman Amon Goeth. Kekejaman Goeth mulai disorot oleh masyarakat luas. Sehingga, pada tahun 1944 terjadi penangkapan Amon Goeth yang pertama. Akan tetapi saat itu, tuduhan tersebut batal. Barulah pada tahun 1945, Goeth ditangkap oleh pasukan negara Amerika Serikat. Ia kemudian dinyatakan bersalah pada persidangan yang diselenggarakan di Polandia. Ia akhirnya dieksekusi pada tanggal 13 September 1946.

Potret tentang sebuah eksekusi yang terjadi di masa perang lainnya adalah potret ketika seorang tentara Vietnam yaitu Brigadir Jenderal Nguyen Ngoc Loan yang tengah menembakkan peluru dengan pistol berada di dekat kepala seorang tahanan Viet Cong. Foto ini merupakan salah satu foto yang sangat fenomenal selama masa perang Vietnam yang berlangsung. Foto ini diabadikan oleh seorang fotografer Amerika Serikat yang bernama Eddie Adams. Ia kemudian mendapat beberapa penghargaan karena foto tersebut. Akan tetapi, meskipun ia mendapatkan banyak penghargaan atas fotonya, ia merasa telah membunuh dua orang dalam satu foto tersebut. Orang pertama adalah tahanan yang kepalanya ditembak. Sedangkan yang kedua adalah jenderal yang melakukan penembakan.

Resolusi yang Terjadi Setelah Perang

Banyaknya perang yang terjadi menghasilkan resolusi di berbagai negara. Terbentuknya organisasi PBB merupakan salah satu langkah penting untuk mencapai kedamaian dunia. Meskipun, pada kenyataanya banyak negara yang masih bersitegang satu sama lain bahkan masih melancarkan beberapa serangan secara mendadak.