Mengenang dan Bernostalgia dengan Potret Jakarta Tempo Dulu

Mengenang dan Bernostalgia dengan Potret Jakarta Tempo Dulu

Jakarta merupakan ibukota dari negara Indonesia. Kota ini terkenal sebagai kota dengan penduduk paling padat di Indonesia. Jakarta juga dikenal sebagai pusat pemerintahan dari Indonesia. Selain itu, Jakarta juga menjadi pusat ekonomi dimana perputaran roda ekonomi sangat cepat terjadi di kota ini. Jika mendengar kata Jakarta, maka banyak orang yang akan berpikir bahwa Jakarta merupakan sebuah kota metropolitan yang tidak pernah tidur. Kota ini menjadi tempat mengadu nasib bagi banyak orang.

Akan tetapi, tidak banyak orang yang tahu bahwa Jakarta memang sudah menjadi sebuah kota penting sejak masa lalu bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia. Mengapa? Salah satu alasan yang menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota penting adalah letaknya yang menjadi pelabuhan penting bagi perdagangan dari jalur laut. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya pemukiman yang tercatat telah berada di Jakarta sejak masa kekuasaan kerajaan Tarumanegara dan Kesultanan Banten. Hal ini juga berlanjut saat pemerintah Hindia Belanda mendirikan pusat perdagangan VOC di Jakarta. Setelah itu, giliran Jepang yang mengambil alih Jakarta sebelum akhirnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya. Pemerintah Hindia Belanda merupakan salah satu pihak yang berpengaruh dalam proses pembangunan Jakarta. Saat itu, nama Jakarta yang dikenal adalah Batavia. Pemerintah Hindia Belanda mulai membangun Jakarta melalui beberapa tahap yang berbeda. Tahap pertama adalah kawasan Kota Tua Jakarta yang dibangun mulai tahun 1619 hingga 1799. Kota Tua Jakarta dibangun di dekat laut Jawa bagian utara kota Jakarta sebagai salah satu langkah untuk menguasai kawasan pelabuhan. Setelah itu, pemerintah Hindia Belanda membangun kawasan Kota Baru di sekitar Jakarta bagian selatan mulai tahun 1809 hingga 1942. Sebelum akhirnya pemerintah Indonesia membangun Jakarta dengan ciri khas yang lebih modern dan akhirnya membentuk Jakarta menjadi kota yang lebih modern dan metropolitan hingga saat ini.

Membicarakan Jakarta tempo dulu tidak akan pernah terpisah tentang bagaimana suasana Jakarta saat masih dalam pengaruh VOC dan Hindia Belanda. Mengapa? Saat itu, kebudayaan yang berkembang di Jakarta termasuk pakaian dan arsitekturnya sangat berbeda dengan apa yang ada di Jakarta sekarang. Sehingga, ada banyak orang yang mulai mengenang dan belajar sejarah melalui potret Jakarta tempo dulu. Bagaimana bentuk Jakarta pada zaman dahulu. Berikut ini beberapa ulasannya.

Beberapa Potret Jakarta Tempo Dulu

Mengenang dan Bernostalgia dengan Potret Jakarta Tempo Dulu

Ada banyak aspek yang menjadikan potret Jakarta tempo dulu menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat. Salah satunya adalah suasana Jakarta yang mirip dengan suasana yang ada di Eropa. Hal ini dikarenakan banyaknya kendaraan serta banguan yang dibangun megah dengan menggunakan gaya arsitektur Eropa yang bisa dinikmati hingga saat ini.

Salah satunya adalah pemandangan dari beberapa ibu di Jakarta yang sedang mencuci pakaian di sungai Jakarta. Saat itu, sungai Jakarta masih bersih dan airnya tidak tercemar polusi. Sehingga, air sungai bisa digunakan untuk mencuci dan mandi. Hal inilah yang menjadi perbedaan dengan masa sekarang dimana air sungai Jakarta cenderung keruh dan kotor.

Potret Jakarta tempo dulu yang menarik perhatian adalah suasana yang ada di Jalan Majapahit saat malam hari. Dahulu, jalan ini bernama Rijkwikstraat. Banyak bangunan bergaya Eropa yang dibangun di jalan ini. Sehingga, suasana malam hari di Rijkwikstraat seakan menggambarkan kehidupan Eropa di malam hari.

Selain itu, potret yang menggambarkan Jakarta masa dulu adalah adanya oplet atau mobil kuno yang terkenal saat pendudukan Belanda. Oplet yang terekam dalam foto tersebut bertuliskan Time Is Money. Foto ini kemungkinan mempunyai latar belakang waktu sekitar tahun 1930 hingga 1940.

Potret Jakarta di masa lalu tidak bisa dipisahkan dari beberapa bangunan khas Eropa yang masih ada hingga sekarang. Beberapa bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi gedung pemerintahan, rumah sakit, sekolah, dan bangunan cagar budaya yang bersejarah. Beberapa foto bangunan tersebut masih terawat dengan baik.

Jakarta tempo dulu tidak hanya tentang Jakarta di masa Hindia Belanda saja. Akan tetapi juga Jakarta di masa awal kemerdekaan. Salah satu potret menarik mengenai kehidupan warga Jakarta di masa dahulu adalah foto seorang bapak yang menjual minyak tanah dengan drum, jirigen, dan takaran. Hal menarik dari foto tersebut adalah bapak tersebut mengenakan pakaian yang rapi dengan sarung dan juga peci yang menjadi salah satu ciri warga Jakarta.

Persamaan Jakarta Tempo Dulu dan Sekarang

Meskipun Jakarta tempo dulu dan sekarang memiliki banyak perbedaan, akan tetapi, ada beberapa hal yang sama. Salah satunya adalah banjir yang melanda Jakarta dari sejak tahun 1930 atau 1940 hingga sekarang. Hal ini dikarenakan memang letak Jakarta yang rawan terkena banjir. Persamaan selanjutnya adalah beberapa hal di Jakarta tidak mengalami perubahan seperti Patung Selamat, Proyek Banjir Kanal Barat dan Timur, serta daya tarik Jakarta bagi orang – orang untuk mengadu nasib.